English French German Spain Italian Dutch
Loading...
Tampilkan postingan dengan label kakek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kakek. Tampilkan semua postingan

Gadis Indika Pelopor Saung Jiwa "Ngakak"

Jumat, 17 Mei 2013

Seorang adek bagi kami, Pintar dan Nice dalam indra jiwa (entah apaa....) Tapi yang pasti dia merupakan Pelopor terbentuknya sebuah Grup yang sangat kami cintai "Saung Jiwa". Hobi nya sepertinya jadi Guru Mandarin dan Photo-Grapher. Setelah melihat keaadaan dari grup tersebut saya terinspirasi untuk membuat artikel ini, agar kiranya grup ini bisa dinilai dan di jadikan keseharian bagi "Saung Jiwa".

Sampai saat ini, grup yang dimentorinya telah beranggotakan kurang-lebih 21 orang. Ibu, Bapak, Adek, Abah, dll. Berikut penampakan dari screenshoot Grup tersebut :

Bagi yang pengen jadi anggota dari Saung Jiwa Ngakak silahkan ke link berikut ini : LINK SAUNG JIWA NGAKAK. Dan yang penasaran pengen liet wajah adminnya, dibawah dech... (gpp dek ya...)


Moga semua terinsiprasi dari seorang "Gadis Indika RP". Selamat Gadis... Salam dari abang untuk Bapak kek Ante. Salam.... 

Ngakak dulu pon, Kwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkkkkkk....!!!


Untukmu... Sang penyejuk Hati....

Minggu, 05 Agustus 2012

Seberapa lupa kita kepada Sang Penyejuk Hati, Panutan kita... Ya Rasullullah.......... (Untukmu... Sang Penyejuk Hati...)


 
 
Solawat untuk Nabi Kita....

Azab Allah Tidak Membuat Tubuh Firaun Hancur

Jumat, 27 Juli 2012

Maha Suci Allah dengan segala Firman-Nya, 

Dalam kejadian saat Firaun mengejar Nabi Musa A.S ternyata sebelum dia tenggelam Firaun Percaya bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah, Dalam surah Yunus (90) "hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".  

Apa keputusan Allah terhadap perkataan Firaun tersebut? 
"Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (91), Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (92).

Menurut sejarah, setelah Fir’aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir,  Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya.

Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as. Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

Maha Suci Allah SWT yang berfirman: “Alif, Laam, Miim. Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 1-2)

Jelas terbukti perkataan Allah sesungguhnya Yang Benar adalah Benar yang salah akan tetap salah. Meski pada akhirnya Firaun percaya dengan Kekuasaan Allah, S.W.T.

Semoga menjadi Amal yang baik di Bulan Ramadhan ini, Salam....salam.


HENDAKLAH ENGKAU …..

Kamis, 26 Juli 2012


Hendaklah engkau mengenal …muhammad, Muhammad, ”muhammad”, MUHAMMAD lebih dari sekedar mengenal bapakmu dan anak-anakmu.

Kenal dengan bapak? Bapak siapa ya?Tentu saja bapakmu. Kenal? Kenal. Apakah bapakmu punya tahi lalat di tetek sebelah kirinya? Wah, tidak tahu, saya tidak sedetil itu. (Kalau begitu jangan bilang kenal dong ah)

Kenal dengan bapak? Bapakmu sendiri. O, ya. Tentu saja saya kenal. Masih hidup. Sudah lama meninggal. Berapa lembar papan yang dipakai saat bapakmu dimakamkan? Wah, tidak tahu, saya tidak sedetil itu. (Kalau begitu jangan bilang kenal dong ah)

Punya anak? Punya. Berapa? Dua. Yang terbesar usia berapa tahun? Mmmm, berapa ya? Yang jelas dia sudah kuliah. Kenal dengan anakmu? Tentu saja saya kenal. Apakah kau tahu ada berapa tahi lalat di daun telinga kanannya. Wah, tidak tahu, saya tidak sedetil itu. (Kalau begitu jangan bilang kenal dong ah)

Kalau …hahaha …kalau bapak sendiri saja tidak kenal, demikian juga dengan anak sendiri tidak kenal, bagaimana dengan seseorang yang sudah meninggal dunia lebih dari 1000 tahun yang lalu.
Lalu bagaimana dengan teka teki di atas? Hendaklah engkau mengenal lebih dari sekedar ….

muhammad … yang ini tidak tahu,
Muhammad … yang ini hanya tahu dari buku,
muhammad” … yang ini aku geleng kepala,
MUHAMMAD … yang ini apa lagi … mbuh…

Buka AlQuran Surat ke 47.

0,1194444 … Bilangan Syahadat

Kata Kakek...

Semesta ini benda. Kitab Suci AlQuran ada dalam semesta. Kitab Suci AlQuran benda juga. Manusia ada di alam semesta. Manusia juga benda.

Tak ada benda jika tak ada ruang. Jadi ketika sadar benda maka sekaligus sadar ruang. Benda dalam ruang berubah. Perubahan adalah waktu. Tahapan waktu terkecil yang dapat dipakai untuk “meng’angka’kan ’syahadat” adalah 3600. Satuan waktu pada bilangan ini adalah satuan jam ke detik. Satuan detik dipakai berdasarkan keterangan bahwa Yasin adalah jantung AlQuran. Surat Yasin berada pada urutan ke 36.
Dengan demikian jika ruang dan waktu, atau sebaliknya “berbagi” maka kalimat pembagiannya adalah 430 : 3600, dan hasilnya adalah 0,1194444 …

Memahami angka tersEbut adalah sebagai berikut :
Aku (0) dan engkau (1) berbatas , (koma), “menyatu dalam bismillahirrahmanirrahim” (19), bersaksikan Jibril, Mikail, Israfil, Izrail (4), Zabur, Taurat, Injil, AlQuran (4), Abubakar, Umar, Utsman, ‘Aly (4), (inti Air, Api, Angin, Bumi (4), utara, selatan, barat, timur (4), berdiri, ruku’ sujud, duduk (4) …(serta fenomena 4 lainnya).

Source : Kakek Hakimi

HAMKA Bukanlah PLAGIATOR..

Selasa, 10 Juli 2012

Sebuah buku "Aku Mendakwa Hamka Plagiat - Skandal Sastra Indonesia 1962-1964" hadir di hadapan kita. Di antara kita ada yang memilikinya dan mungkin saja ada yang belum. Buku ini terbit bulan September 2011 setebal 238 halaman yang diterbitkan Seripa Manent & Merakesumba. Penulisnya Muhidin M.Dahlan, tetapi tidak seorang pun mengenal siapa sebenarnya di penulis tersebut, karena identitasnya tidak ada bahkan banyak di antaranya meraba-raba siapa Muhidin M.Dahlan.Menurut saya ini sudah merupakan kelemahan dari sebuah buku. Tidak ada tanggungjawab di dalamnya.

Buku ini ingin menuduh Hamka sebagai plagiat dalam novelnya "Tenggelamnya Kapal Van der Wijk" (1938) dan sudah dicetak sebanyak 80 ribu eksemplar. Hamka dituduh melakukan plagiat dari novel "Magdalena" yang merupakan saduran penyair Mustafa Luthfi Al-Manfaluthi (1876-1942) dari roman yang ditulis pengarang Perancis Alphonse Karr, "Sous les Tilleuls".


Saya melihat permasalahan ini tidak beda dengan polemik "Harian Merdeka" yang didirikan B.M.Diah dengan "Harian Rakyat" yang dikuasai Partai Komunis Indonesia (PKI). sekitar tahun 1964. Saya ingin menegaskan bahwa untuk melihat sejarah jangan sepotong-sepotong. Kita harus mengetahui terlebih dulu pada masa apa polemik itu berlangsung. Sama halnya dengan tuduhan plagiat terhadap Hamka di mana sudah terjadi pada tahun 1962 di Harian Bintang Timur.

Perlu kita pahami polemik di sekitar tahun itu (1962-1964) tidak murni lagi polemik sebagaimana seorang ilmuwan. Polemik sudah mengarah ke fitnah, adu domba, sebagaimana sifat warga komunis di Indonesia yang benci dengan Islam. Perlu diketahui bahwa Hamka seorang Muslim sejati. Tidak hanya itu, PKI juga waktu itu menginginkan agar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibubarkan. Jadi persoalannya bukan sebatas dunia sastra, tetapi sudah mengarah ke perbedaan yang amat jelas antara PKI dan Islam.


Untuk lebih memperjelas, saya melakukan pertemuan dua kali dengan Ahmad Hussein di Jakarta. Beliau adalah Ketua Dewan Perjuangan yang mendeklarasikan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Apa yang dikatakannya, "Kami mengultimatum pemerintah, karena anggota-anggota PKI sekitar tahun 1958 sudah banyak mempengaruhi pikiran Presiden Soekarno. Kami ingin Soekarno sebagai Presiden tidak terpengaruh. Jadi kami bukan pemberontak, karena kami pejuang juga dan sangat mencintai tanah air sendiri." Singkatnya pada tahun 1958 pengaruh PKI sudah merambah ke mana-mana, termasuk di bidang kebudayaan. Yang menjadi musuh utama PKI adalah Islam dan identik dengan Hamka.


Jadi tidak ada yang baru dengan buku ini, polemik ini sudah dihentikan di saat-saat pecahnya Pemberontakan PKI tahun 1965. Sama dengan polemik antara "Harian Merdeka" dengan "Harian Rakyat". Polemik dihentikan oleh Pemerintah Indonesia.


Seandainya pun dikatakan Plagiat, maka pada waktu itu tidak mungkin terjadi dua pendapat. Ada yang mendukung Hamka dan ada yang menuduh plagiat. Kebenaran belum dibuktikan. Tugas sastrawan-sastrawan muda lah untuk melakukan penelitian lanjutan. Bahkan yang mendukung Hamka adalah HB.Jassin dan kawan kawan. HB.Jassin bukan warga baru di dunia sastrawan. Ia mengerti betul apa yang dikatakan plagiat atau hanya sekedar fitnah atau adu domba. Memang sastra asing mempengaruhi pemikiran sastrawan Indonesia pada waktu itu. Tetapi kita bukan asal comot dan menjiplak. Kita masih tetap mengagungkan budaya kita, dalam hal ini Hamka selalu mengangkat budaya Minangkabau sebagai alur pikirnya. Oleh karena itu bukan plagiat namanya. Yang terjadi sebuah kreatifitas anak negeri. Akhirnya saya sependapat dengan pendapat HB.Jassin:


"Pada Hamka ada pengaruh Al-Manfaluthi. Ada garis-garis persamaan tema, plot dan buah pikiran, tapi jelas Hamka menimba dari sumber pengalaman hidup dan inspirasinya sendiri.....maka adalah terlalu gegabah untuk menuduh Hamka plagiat seperti meneriaki tukang copet di Senen." 


source ini saya kutip dari Bapak

Bung Karno "Aku Terlalu Lelah..."

Dia seorang yang berjasa untuk Bangsa ini, Patriotisme sejati yang tak akan mudah lekang didalam masa... Meski lelah, ia akan terus menjadi sosok yang kuat! BUNG KARNO.

"Aku tidak tidur selama enam tahun.Aku tak dapat lagi tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut tengah malam, aku menelpon seseorang yang dekat denganku  seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, 'Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah sesuatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.' Aku membaca setiap malam, berpikir setiap malam dan aku sudah bangun lagi jam lima pagi. Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah."
 
       Ungkapan Bung Besar, Presiden RI Pertama Soekarno itu di curahkannya kepada Cindy Adams dan selanjutnya dibukukan dengan judul: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Sekaligus pertanda betapa masalah politik di saat-saat itu menggerogoti jiwanya.Sepertinya Bung Karno tidak mampu menghadapi gelombang cacian dan makian dari bangsanya sendiri.Inilah awal senja kehidupan Bung Karno, berteman dengan sepi.
 
           Menjelang kejatuhan Bung Karno sebagai Presiden RI, Lembert J.Giebels, mantan anggota Majelis Rendah Parlemen Belanda, menulis dalam bukunya: Pembantaian yang Ditutup-tutupi Peristiwa Fatal di sekitar Kejatuhan Bung Karno, terjemahan dari judul aslinya De Stille Genocide. De fatale gebeurtenissen rond de val de Indonesische President Soekarno.
 
           Lembert menulis," Dikelilingi oleh diplomat, jurnalis dan anggota staf Istana, Soekarno berlaku seakan akan ia masih tetap seorang kepala negara yang maha kuasa. Namun gambar-gambar televisi mengungkapkan bahwa Soekarno menyadari bahwa ia hanya memainkan peran sebagai Presiden. Pemirsa bisa melihat bagaimana Presiden secara demonstratif menandatangani surat surat di pangkuan sekretarisnya, dengan gelisah menghela asap rokoknya yang telah ia cabut dari kantong baju salah seorang yang berdiri dalam lingkaran itu...Dengan sebuah gerakan tangan tidak sabar Presiden menyuruh pergi Menteri Luar Negeri Adam Malik, tanpa memandangnya. Sesudah itu ia menanggalkan baju seragamnya dan sambil di sana membetulkan lukisan yang miring dan meniup debu yang tidak ada dari bajunya., dengan baju kemeja dan bretel yang tergantung lepas, ia tampak menghilang dari layar televisi."
 
            Beban psychologis, itulah sebenarnya yang dialami Soekarno di saat-saat kejatuhannya. Dia berjalan sendiri tanpa ada orang-orang yang ikut membantunya.
 
            Hari Minggu siang,tanggal 21 Juni 1970 tersiar berita Presiden Pertama RI, Ir.Soekarno meninggal dunia. Bambang Widjanarko melukiskan bahwa suasana waktu itu bagaikan mendengar guntur menggelegar di tengah siang hari yang terang, masyarakat sangat terkejut dibuatnya. Hening sejenak bagaikan arwah sendiri meninggalkan raga, tak terasa air mata mengalir pelan yang akhirnya menderas lebat membasahi muka. Tidak rasa malu karena menangis, tak sedikit pula yang sampai menjerit histeris...seluruh kegiatan sejenak terhenti, disusul dengan kasak kusuk pembicaraan di kantor, di rumah, di jalan, di toko, di pasar, di mana pun manusia Indonesia berada. Bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang pemimpinnya yang menonjol; Ibu pertiwi telah kehilangan seorang puteranya.
 
            Bung Karno meninggal karena kesehatannya semakin hari semakin menurun. Sejak awal 1965, penyakitnya sudah hampir menggerogoti tubuhnya. Hal ini terungkap dari pernyataan Amarzan Loebis, wartawan senior yang sangat aktif meliput peristiwa di lingkungan Istana waktu itu:
 
           "Tetapi sesungguhnyalah, terutama sejak awal 1965, kesehatannya (Soekarno) tak lagi bagus. Pada awal September tahun itu, ketika saya menyertai serombongan penghadap yang ikut sarapan pagi di beranda Istana Negara, kami menyaksikan berbagai suntikan, pil, kapsul dan madu Arab bolak-balik disodorkan oleh tim kesehatan kepresidenan yang mendampingi Bung karno. Pada acara-acara malam pun, setelah acara resmi, Bung Karno lebih sering melepas sepatu dan tampaklah kakinya yang membengkak," ujar Amarzan Loebis.
 
            Inilah gambaran selintas saat-saat sepi Bung Karno. Majalah Tempo, edisi 26 Oktober 2003, hal.71 memberi perhatian besar terhadap Bung Karno: "...kesunyian seorang Bung Karno. Perintahnya tak dituruti, pidatonya hanya menjadi kembang api; membuncah lalu hilang bersama malam. Hampir dua tahun suara Bung Karno nyaris tak terdengar. Ia seperti tokoh dalam novel Gabriel Garcia Marquez: lelaki yang melewati waktunya dalam 100 tahun kesendirian."

Doa kami untukmu Pahlawan....


Bergembiralah, Bulan Ramadhan Telah Tiba!

Jumat, 29 Juni 2012

Adzan-adzan lari berseruan dari langit-langit rumah Tuhan…
Tuntun jari-jari dosaku ke arah-Mu…
Kutundukkan congkak kepalaku…
Tak layak ku di sisi-Mu…
Gelimang noda dan dosa balut tubuhku dari semua rasa yang telah mati…
   
Marhaban ya Ramadhan...
Mohon maaf lahir dan bathin…
Mari sucikan hati, pikiran, dan lisan kita…
Sambut Ramadhan dengan penuh suka cita…

Untaian kata di atas menandakan bahwa  tanpa terasa, dalam hitungan Ramadhan kian mendekat di pelupuk mata. Seolah, Ramadhan datang begitu saja tanpa disadari, tanpa diundang, tanpa persiapan khusus untuk menyambutnya.
Layaknya tamu agung, Ramadhan mestinya disambut dengan penuh suka cita. Sebagaimana Islam yang menganjurkan pemeluknya menyambut bulan suci tersebut dengan meriah dan semarak.

Dikisahkan dalam sebuah riwayat, para sahabat Nabi senang ketika Ramadhan tiba dan bersedih saat akan berakhir. Ragam aktivitas telah sahabat lakukan guna menyambut bulan penuh rahmat itu.

Sikap sahabat itu menunjukkan betapa Ramadhan memang merupakan bulan yang istimewa. Nyaris tak ada aktivitas yang tak diganjar pahala melimpah, sekecil apapun perbuatan itu. Untuk itulah, umat muslim di seluruh penjuru dunia dianjurkan mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan penuh barokah guna mendapat limpahan rahmat dan ampunan Allah Swt.

Dalam Islam, tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan berlangsung cukup meraih. Ada yang menjalaninya dengan memberikan santunan terhadap fakir miskin, berpuasa, memperbanyak zikir, dan berdoa sambil bermunajat dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. Begitulah kebiasaan sahabat mempersiapkan diri.

Dari hasil penelusuran terhadap teks-teks Islam klasik, tersingkap setidaknya ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan untuk menyambut bulan penuh ampunan itu. Pertama, persiapan dari segi mental (isti’dad ruuhy). Persiapan ini bisa dilakukan dengan memperbanyak doa, berzikir, dan mempersiapkan diri sembari mengingat keutamaan Ramadhan.

Kedua, persiapan Fisik (Isti’dad jasady) yang dilakukan dengan puasa sunnah (puasa di bulan sya’ban) dan memperbanyak membaca Al-Quran. Ketiga, persiapan ilmu (isti’dad aqly) dengan mendalami pengetahuan yang terkait dengan keutamaan Ramadhan. Jangan sampai Ramadhan dijalani hanya sebatas rutinitas tanpa substansi.

“Marhaban Yaa raMadhan” Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah, dan ampunan. Dan inilah saat-saat terindah ketika tiap detik kehidupan diisi dengan amal saleh dan kebajikan.

Inilah saat-saat ketika tiap tarikan nafas dan getaran lidah mulai dihiasi dengan zikir dan taubat. Inilah saat seluruh umat manusia bergembira akan menyambutnya. Mari sambut bulan suci dengan segenap hati…  

kutip by: waspada.co.id
 
Support : Jasa Buat Web Pangkalpinang | Tips Blogger | Special Thanks
Copyright © 2013. Saungjiwa Blog - All Rights Reserved
Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger