Loading...

Bergembiralah, Bulan Ramadhan Telah Tiba!

Jumat, 29 Juni 2012

Share On:
Adzan-adzan lari berseruan dari langit-langit rumah Tuhan…
Tuntun jari-jari dosaku ke arah-Mu…
Kutundukkan congkak kepalaku…
Tak layak ku di sisi-Mu…
Gelimang noda dan dosa balut tubuhku dari semua rasa yang telah mati…
   
Marhaban ya Ramadhan...
Mohon maaf lahir dan bathin…
Mari sucikan hati, pikiran, dan lisan kita…
Sambut Ramadhan dengan penuh suka cita…

Untaian kata di atas menandakan bahwa  tanpa terasa, dalam hitungan Ramadhan kian mendekat di pelupuk mata. Seolah, Ramadhan datang begitu saja tanpa disadari, tanpa diundang, tanpa persiapan khusus untuk menyambutnya.
Layaknya tamu agung, Ramadhan mestinya disambut dengan penuh suka cita. Sebagaimana Islam yang menganjurkan pemeluknya menyambut bulan suci tersebut dengan meriah dan semarak.

Dikisahkan dalam sebuah riwayat, para sahabat Nabi senang ketika Ramadhan tiba dan bersedih saat akan berakhir. Ragam aktivitas telah sahabat lakukan guna menyambut bulan penuh rahmat itu.

Sikap sahabat itu menunjukkan betapa Ramadhan memang merupakan bulan yang istimewa. Nyaris tak ada aktivitas yang tak diganjar pahala melimpah, sekecil apapun perbuatan itu. Untuk itulah, umat muslim di seluruh penjuru dunia dianjurkan mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan penuh barokah guna mendapat limpahan rahmat dan ampunan Allah Swt.

Dalam Islam, tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan berlangsung cukup meraih. Ada yang menjalaninya dengan memberikan santunan terhadap fakir miskin, berpuasa, memperbanyak zikir, dan berdoa sambil bermunajat dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. Begitulah kebiasaan sahabat mempersiapkan diri.

Dari hasil penelusuran terhadap teks-teks Islam klasik, tersingkap setidaknya ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan untuk menyambut bulan penuh ampunan itu. Pertama, persiapan dari segi mental (isti’dad ruuhy). Persiapan ini bisa dilakukan dengan memperbanyak doa, berzikir, dan mempersiapkan diri sembari mengingat keutamaan Ramadhan.

Kedua, persiapan Fisik (Isti’dad jasady) yang dilakukan dengan puasa sunnah (puasa di bulan sya’ban) dan memperbanyak membaca Al-Quran. Ketiga, persiapan ilmu (isti’dad aqly) dengan mendalami pengetahuan yang terkait dengan keutamaan Ramadhan. Jangan sampai Ramadhan dijalani hanya sebatas rutinitas tanpa substansi.

“Marhaban Yaa raMadhan” Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah, dan ampunan. Dan inilah saat-saat terindah ketika tiap detik kehidupan diisi dengan amal saleh dan kebajikan.

Inilah saat-saat ketika tiap tarikan nafas dan getaran lidah mulai dihiasi dengan zikir dan taubat. Inilah saat seluruh umat manusia bergembira akan menyambutnya. Mari sambut bulan suci dengan segenap hati…  

kutip by: waspada.co.id
ADVERTISMENT
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Jasa Buat Web Pangkalpinang | Tips Blogger | Special Thanks
Copyright © 2013. Saungjiwa Blog - All Rights Reserved
Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger