Loading...
The Best Traffic Exchange

Jika Yunani Tinggalkan Eropa

Kamis, 31 Mei 2012

Share On:

Bank Nasional Yunani (National Bank of Greece) mengeluarkan peringatan terkait nasib ekonomi Yunani jika keluar dari Uni Eropa. Ekonomi Yunani akan semakin acak adul!

“Standar hidup warga Yunani akan jeblok, angka pendapatan terpangkas lebih dari separuh, inflasi dan pengangguran meningkat pesat,” tulis Bank Nasional Yunani dalam laporannya, dikutip detikFinance dari CNBC (31/5/2012).

Laporan ini diterbitkan jelang pemilu ulang yang akan digelar 17 Juni mendatang. Hasil pemilu menentukan apakah Yunani akan tetap setia dengan euro atau tidak. Sejauh ini, jumlah suara pendukung partai yang menolak program penghematan dari Uni Eropa masih memimpin.

Bank Nasional Yunani mengatakan, pendapatan per kapita bisa anjlok hingga 55%, sementara mata uang baru akan terdepresiasi 65% oleh euro. Resesi Yunani yang kini mencapai tahun kelima juga akan memburuk hingga 22%. Jumlah pengangguran akan meningkat 34% dari sekarang yang sudah mencapai 22%. Inflasi juga akan melejit hingga 30% dari level sekarang yaitu 2%.

Bank Nasional Yunani dijadwalkan melaporkan pendapatan triwulan pertamanya paling lambat Rabu ini dan diperkirakan mencatat kerugian.

Bank-bank Yunani termasuk Bank Nasional Yunani mengalami kebocoran deposit sejak krisis dimulai dan dianggap mendukung euro supaya dipertahankan karena alternatif lain mungkin bisa membahayakan cadangan mereka.

Yunani harus mengadakan pemilu ulang setelah voting 6 Mei lalu membuat parlemen terbagi dua, antara partai pendukung dan penolak langkah-langkah penghematan yang jadi syarat bailout kedua sebesar 130 miliar euro yang sudah disetujui Uni Eropa dan IMF Maret lalu.

Kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang diusulkan oleh Uni Eropa dan IMF demi menyelamatkan Yunani dari maraknya perusahaan dan bank yang gulung tikar, menyulut protes dan kemarahan warga yang kerap berakhir ricuh.

Menurut data statistik terakhir, lebih dari separuh warga Yunani usia 15 – 24 tahun jadi pengangguran. Sedangkan dari polling opini terakhir, mayoritas warga Yunani ingin tetap bertahan dengan euro namun sekitar 2/3-nya menolak pemangkasan gaji, pensiun dan lapangan kerja yang dijadikan syarat jika ingin tetap berada di Uni Eropa.

Lini konservatif Yunani sudah mendapatkan hasil opini sementara yang menunjukkan bahwa mereka bisa membentuk pemerintah pro-bailout untuk menjaga 'kemesraannya' dengan euro. Tapi voting ini masih terlalu jauh untuk dijadikan acuan pasti.

Para pemimpin Uni Eropa telah memperingatkan Yunani konsekuensi dari penolakan bailout. Mereka mengatakan akan mencabut pendanaan yang akan berujung pada kebangkrutan dan ditendangnya Yunani dari euro.

Athena sudah menyetujui tambahan pemotongan anggaran 5.5% dari GDP yang bernilai sekitar 11 milyar euro di 2013 – 2014. Athena juga sudah memberitahu para peminjam bahwa mereka akan menambah 3 milyar euro lagi dari metode pengumpulan pajak yang lebih baik, supaya bisa terus menerima dana bailout.

Bank Nasional Yunani telah menyatakan keinginannya berkontribusi dalam dialog tentang masa depan Yunani dengan respek kepada euro.
 
reff : detik.com
ADVERTISMENT
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Jasa Buat Web Pangkalpinang | Tips Blogger | Special Thanks
Copyright © 2013. Saungjiwa Blog - All Rights Reserved
Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger